BLOGNYANGGA -Blognya Tante Angga-

NgeBloglah sebelum Ngeblog dilarang...

Tuesday, June 30, 2009

puasa... puasa...

Ramadhan sebentar lagi,
wanginya sudah tercium...

aku ingin menyambut kedatangannya.
Ramadhan ini, akan kujadikan Ramadhan yang terindah.

Wednesday, June 17, 2009

pesan bagus

kalau niat ngeposting,
jangan buka fesbuk.
ba.ha.ya.
fesbuk membawa kita ke dunia tanpa batas
dan postingan di blog kita?
gak nambah lagi.
ahahahhaahha.

Wednesday, May 27, 2009

demam Curtis Stone...


aku naksir banget orang ini,,,
kalo lagi dia masak,
aduh duh duh...

Saturday, May 16, 2009

hatchiiii!

hatchii!!! aku lagi demam fesbuk dan demam flu kucing.

Thursday, May 07, 2009

TEA FOR TWO



Pengarang: Clara Ng
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
312 halaman, cetakan kedua: April 2009


Dimuat sebagai cerita bersambung di KOMPAS, Oktober 2008-Februari 2009

"Pernikahan memang perlu diperjuangkan, tapi pernikahan tidak butuh kematian untuk dipertahankan"


Apakah benar pernikahan adalah satu-satunya jalan terindah bertabur bunga yang diimpi-impikan dan dicita-citakan semua orang?
Mengapa menikah itu penting? sampai-sampai bila umur mendekati"expired", sehingga orang merasa "perlu" menjadi member biro jodoh?

Jawab.
Jawab.
Jawaaaaaaaaaaaaaaaaabb.

Hehehehe.
Lalu bila ada,
seorang pria yang menhujanimu dengan lusinan mawar putih, dia juga ganteng, dia juga berkecukupan, dan mengirimu puisi:

Aku menulis namamu di gerimis
Gerimis jatuh di hatiku seperti nafas hangatmu
pada senja yang temaram
Aku berlayar ke gerbang negeri-negeri matahari
memasuki labirin penuh cahaya
dengan kata-kata cinta
bersamamu


lalu dia mengajakmu ke Bali,
nonton konser Backstreet Boys
lalu, bahkan ke Paris?

Dan walaupun pria itu, bukan Edward Cullen, meminta:

"Izinkan aku menjadi bilangan primamu. Bilangan prima yang hanya bisa dibagi dengan bilangan itu sendiri, atau dibagi dengan angka satu. Angka satu adalah kamu, satu-satunya dan selalu menjadi nomor satu."


waaw. Klepek-klepek deh.

Itulah yang dialami sassy, ketika bertemu dengan Alan Nashar.

Oyah, dalam novel ini, kisah diceritakan dengan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang orang ke-3 (dengan Times New Roman) dan sudut pandang orang pertama (dengan Arial).

Sassy adalah seorang pemilik jasa makcomblang "Tea For Two" yang mandiri. Bersama sahabatnya, Naya, Carmanita dan Rose ia menjalani hidupnya dengan ceria, sampai datangnya Alan.
Perhatian dan kasih sayang yang awalnya dinikmati Sassy lama-lama menjadi ancaman. Terlebih-lebih sesudah menikah. Bahkan pada hari ke-2 bulan madu mereka, Alan berani menampar dan memakinya hanya karena masalah yang sepertinya gak perlu dipermasalahkan juga.

Diawali dengan romantisme yang menggebu dan berakhir dengan kekejaman tiada banding. Aduh, gw suka bahasanya.

Mulai dari kekerasan fisik

kekerasan verbal (yang membuat jadi harga-diri-rendah)
"dasar pelacur!"
"Ya ampun. Kamu berantakan banget. Kelihatan jelek"
"sealu mencari-cari alasan."
"Kenapa kamu makin jelak sih? Banyak cewek yang udah melahirkan sepasukan bayi tapi bodinya tetep seksi. Kamu baru melahirkan satu tapi udah melar gak karuan"
"Kamu gak becus bikin kopi"
"Aku rasa kamu perlu mandi. Baumu nggak enak."
dan "Sana pergi tidur! Nggak usah bengong menatapku kayak orang tolol"

uuuuh gregetan. Kalo gw ketemu laki kayak gini, gw ajak tanding. Tanding main bekel. hehehe.

Dan perintah juga permintaan yang GAK jelas
Mesti potong rambut pendek karena kelihatan seperti bayi sehat.
Menjual perusahaan mak comblang demi menomorsatukan keluarga.
melarang bersahabat.

Dan penelantaran
Tidak didampingi, saat Emma lahir? HUHHHHH!

Hayah.

Dilain pihak, apakah seorang Alan Nashar adalah orang yang suci tanpa debu?

Psycho.
Selingkuh dengan sekretarisnya, dengan si Malla itu, dia ngakunya:
Istrinya selingkuh dengan banyak lelaki.
Istrinya berdandan seperti perek dan perempuan paling liar yang pernah dia kenal.

Begitu ketahuan belangnya, Alan si kucing garong datang mengiba-iba, merayu, menggombal sehingga Sassy luluh lagi.

Akankah pernikahan itu terus berlangsung?
Apakah Carmanita, Rose dan Naya akan diam saja melihat sahabat mereka terkena KDRT?
Akankah happy ending?
Baca sendiri, hehehe.

Clara Ng sepertinya hendak memberitahukan pada kita bahwa: Cinta yang sehat adalah cinta yang mengeluarkan arus positif untuk dapat saling menghidupkan. Cinta yang penuh penderitaan bukanlah tanah yang gembur untuk dapat menumbuhkan benih apa pun. Benih akan mati tercekik di tanah liat yang kekurangan air (hal 278)

Jadi, wanita Indonesia.... Jangan mau jadi korban KDRT!!!!
sipp.

salam manis,
mpo angga

Saturday, May 02, 2009

bete!

bete!
masa ada yang nelpon gw, dan nyangkain gw tante girang?
dia dapet notelp ku dari internet.
garagara nickname gw dulu: tanteangga!
sekarang diganti deh jadi mpoangga...
biarin ajah disangkain bibi tukang cuci, juga gak apaapa...
heheh.

pesan moral buat kamu:
jangan pernah nampilin no hp di internet.
sebab: mesin google itu CANGGIH sekalee...
ketik nomor hape tante girang.
terseliplah nama tanteangga, yang sayangnya,,, bukan tante girang.
kasian deh kamu.
cepatlah kembali ke jalan yang lurus.

Sunday, April 26, 2009

BLIND EYE "dokter pencabut nyawa"



terbitan Dastan Books, cetakan ke-4 September 2008
by james B Stewart
Winner of The Putlizer Prize
diterjemahkan oleh Elka Ferani

Susah untuk mereview novel non-fiction ini, selain takut jadinya jelek-setelah direview, yah emang susah, hehehe.

Yasud, gw mau nanya dulu:
Pernahkah Anda pergi ke dokter? Percayakah Anda dengan dokter Anda?

Setelah membaca review-an gw ini, ato setelah membaca Blind Eye-nya sendiri, mohon menanggapi dengan bijak, bahwa yang kita baca ini adalah kisahnya Michael Swango, sebagai pembunuh berantai yang bertanggung jawab atas 60 pembunuhan. Swango sesungguhnya adalah psikopat sejak lahir, dan kebetulan aja dia dokter.



michael swango

Swango kecil, hidupnya dibawah tekanan sang ayah, yang pensiunan yentara, yang disiplin abis dan dia hidup di bawah kasih sayang ibu yang berlebihan.

Swango tampan dan cerdas serta pandai berbicara sehingga dia mudah memikat perhatian orang. Sedari kecil, hobinya mengkoleksi (kliping) berita tentang kecelakaan yang parah atau berita tentang kematian yang tragis. Swango juga terobsesi dengan militerisme.

Setelah kuliah kedokteran, beberapa rekannya sudah merasa aneh bin janggal dengan sikapnya. Swango hampir saja tidak lulus sebagai dokter karena dia melalaikan magangnya di bagian obgyn. Tapi, karena dia pandai berdalih dan mengiba, ia bisa lulus.

Dan ketika ia sudah menjadi dokter... ketika ia sedang bertugas, terjadi beberapa kematian mendadak. Swango pernah belajar dan bertugas di:
Southern Illinois University
Ohio State University
Newport news, Virginia
Sioux Falls, South Dakota
State University of New York-Stony Brook, Long island

Dan setelah rumah sakit-rumah sakit di Amerika menolak lamarannya, Swango mencoba melamar ke Zimbabwe!

Puluhan pasien meninggal ketika Swango bertugas.

Setelah Rumah Sakit di Zimbabwe mendengar Swango adalah buronan di Amerika, Swango bermaksud melamar ke Arab Saudi. Untunglah, proses penerimaan dokter asing di daerah Arab ketat dan mengharuskan ia melengkapi syarat tertentu. Jadi ketika Swango hendak melengkapinya ke Amerika, dia berhasil ditangkap di bandara.

Kisahnya sebagai dokter pun terhenti.
Ketika polisi menggeledah apartemen Swango di Quincy, Illinois, Oktober 1984 mereka menemukan laboraturium racun yang sederhana. disana ditemukan buku bersampul tengkorak, botol-botol racun, jarum, resep-resep meliputi formula racun, racun makanan, sianida jenuh, dan asam fluoroacetic.

Swango memberikan suntikan racun pada pasien dan meracuni makanan dengan arsenik kepada teman kerja, ibu kos, pasien dan bahkan pacarnya!!!

Swango disinyalir antisosial, narsistik, dan memiliki rasa menguasai (sense of entitlement). ekspresi terakhir seorang narsistik adalah kendali atas kehidupan dan kematian (hal 468)

Pembunuh yang menyaingi Swango, seorang pembantu perawat berusia 35 tahun di drake memorial hospital, yang bernama Donald Harvey dalam sebuah wawancara pernah mengungkapkan karakteristik yang ditemui dalam kepribadian narsistik psikopatik (hal 479)

"Mengapa Anda membunuh?"
"Well, orang-orang mengendalikanku selama 19 tahun, lalu aku mengendalikan nasibku sendiri. Aku mengendalikan hidup orang lain, apakah mereka hidup atau mati. Aku punya kekuatan untuk mengendalikan itu."
"Apa hak Anda untuk memutuskan itu?"
"Setelah aku tidak tertangkap selama lima belas tahun pertama, kupikir itu hakku. Aku mengangkat diriku sendiri sebagai hakim, jaksa penuntut umum, dan juri. jadi aku berperan sebagai Tuhan."
Lalu ia juga berkata:
"Aku merasakan perasaan berkuasa. Aku mampu mengambil alih seseorang dari kekuasaan para dokter. Aku punya banyak pengetahuan umum. Bahwa ahli patologi tidak bisa menangkapku, itu membuatku merasa cerdas, plus untuk menunjukkan bahwa dokter mudah melakukan kesalahan."

WAW!!!!
Jadi kesimpulannya: novel non fiksi ini wajib baca. Sebuah maha karya yang menggemparkan. Tidak mudah untuk membuatnya. Perlu mengadakan riset, wawancara, pengumpulan barang bukti yang sangaaat sangat menguras waktu, tenaga, dan biaya. Jadi bener banget deh kalo novel ini memenangkan Edgar Allan Poe Award, penghargaan tertinggi di dunia sastra.