BLOGNYANGGA -Blognya Tante Angga-

NgeBloglah sebelum Ngeblog dilarang...

Wednesday, February 10, 2010

MISS PESIMIS




Oleh aliaZalea, januari 2010
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp. 36.000,-
Jenis:Metro Pop

Hello! Jumpa lagi di Resensi novel tahun 2010-nya saya, yang ke-2! Dan kali ini saya akan membahas ... METRO POP.... HUAAAA... saya sebenernya rada anti metro pop,udah berprasangka jelek duluan, hehe. Beberapa kali saya tidak mengkhatamkan metropop yang ada. Khatam aja gak pernah, apalagi resensi?

Tapi yang ini, beda!

Saya sempet-gak-suka sama covernya yang menurut saya sih jadul. Hehe.

Btetewei, Evi Widi pernah bilang kalo Bapak Pramoedya akan menilai suatu buku itu HANYA DENGAN MELIHAT HALAMAN PERTAMA saja. Kalo halaman pertama saja sudah baik, maka kesana-nya ... AMAN... kalo nggak, say 'goodbye' aja. Saya mempraktekan hal ini, dan ternyata lupa, hehe. Tau-tau sudah halaman 37 ajah, hehe.

"Namaku Andriana Amandira dan aku adalah perempuan paling merana di dunia ini. Umurku tiga puluh tahun, masih single tanpa ada prospek suami. Perempuan single berumur tiga puluh tahun saja mungkin masih bisa diterima, tapi perempuan single, tigapuluh tahun, masih perawan, dan cinta mati pada seorang laki-laki semenjak dia SMP, nah itu agak jarang..."

Dan, si Adri ini cinta mati dengan Thomas Baron Iskandarsyah (yang-Anda-pasti-tahulah sudah pasti ganteng abissss). Adri kenal Baron sejak kelas 1 SD sampai SMP, dan berpisah saat SMA karena Adri 'melarikan diri' ke Amerika.

Sama seperti Anda, saya pun punya cinta monyet saat SMP. Tapi emang dasar monyet, (halah)... gak berbekas,,, gak-kaya-cinta-mati-saya-sejak-umur 21-tahun hehe ^^, Ternyata Adriana ini beda, meski sudah 15 tahun, dia belum bisa melupakan Baron!!

Di usia 30 tahunnya ini, Adri mempunyai sahabat yang bernama Ervin Daniswara (yang juga gak kalah gantengnya, cuy!!) dan jikalau Baron adalah seorang gentleman sejati, maka Ervin ini, adalah playboy sejati. Dia mudah sekali ganti-ganti pacar semudah mengganti ... underwear! Tapi, Adri tidak mempermasalahkannya, toh karena dia mengerti bakat alam Ervin ini, sudah bawaan lahir! Hehehe.

Konflik mulai terbuka sejak Adri bertemu dengan Baron lagi (yang ternyata temen SMA-nya Ervin) dan benih-benih cinta itu tumbuh lagi...tapi ternyata ada tantangan lain. ternyata selama 6 tahun ini, Baron mengalami putus-nyambung dengan Olivia (temen SMP Baron dan Adri juga), dan mereka sedang merencanakan tunangan!

Dan karena kepolosan Ervin yang secara spontan berseru: "Didi, cinta mati lo waktu SMP itu?" saat mereka bertiga bertemu, Adri (yang dipanggil oleh Baron as "Didi") juga akhirnya mengetahui kalau Baron juga cinta dengannya, dan rela memutuskan pertunangannya dengan Olivia, asalkan ia bisa bersama Adri.

Dilain pihak, kedekatannya bersama Ervin juga menjadi dilematis, apakah ini persahabatan sejati ataukah 'dari temen jadi demen'. Siapakah yang akhirnya dipilih Adri? jreng jreng......

* * * *

Miss Pesimis ditulis oleh aliaZalea dengan mulus, lancar dan menyenangkan. Novel yang cukup berhasil. Irama atau ritme berceritanya sangat terjaga. Alia juga mampunyai pengetahuan atau pengalaman yang luas, sehingga cerita ini menjadi asyiiik dan seakan nyata. Misalnya nih, Alia menceritakan kepergian Adri dan Ervin ke Amerika, karena Alianya sendiri pernah bersekolah di Amerika, yah dia mampu menceritakan secara detail kepergian Adri dan Ervin dengan sangat baik. Beda kan, kalo orang yang gak pernah ke Amerika, terus nyeritain tentang Amerika?

Satu hal lain yang perlu dipuji adalah: Kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Percakapan dalam bahasa Inggrisnya, lancar, gak maksa dan gak norak, hehe.

Selama membaca Novel ini, saya berusaha mencari celah-celah mana yang bisa dikritik, tapi ternyata susssyaaah dan gak ada. hehe.

Hal yang perlu menjadi pemikiran lagi adalah, mengapa kisah Adri, gaya hidupnya, akhirnya mengikuti gaya Barat? terutama Ervin yang emang dari pertama diceritakan sudah seks bebas? Mengapa sampai perlu Adri tidak mempertahankan keperawanannya? Di Indonesia, walaupun banyak yang mengaku sudah tidak perawan lagi, tapi masih banyak juga yang mati-matian mempertahankan keperawanan ini. Mengapa tidak ada cara lain yang bisa dipilih untuk melupakan seorang laki-laki? Mengapa oh mengapa?

Lalu, ketika ternyata Adri hamil, mengapa terkesan gampang sekali orangtuanya menerima kehamilan di luar nikah? Demokratis boleh saja demokratis, liberal boleh saja liberal, tapi,... ahhh udah lah jangan dibahas. Ini cuma cerita doaaang kaleee, hehe.

Saya memang suka membaca chicklit luar, tapi saya gak pernah protes kalo tokoh-tokohnya ML duluan, atau free sex,, tapi saya sedih banget kalo baca metro pop buatan Indonesia yang bercerita tentang ini, kok seakan-akan kita ni ngikutin budaya luar? Sekolah boleh lah di luar negeri tapi hati tetap Indonesia coyyy! hehe.

* * *

Semoga, para remaja putri tidak mengikuti Adriana, yang saya pikir bertindak BODOH untuk mencari solusi, agar bisa melupakan Baron.

Buat para wanita diluar sana, yang emang masih TERJEBAK CINTA LAMA, bangun doooooong!!! Masih BANYAAAAAAAAAAAAAK BANGET COWOK di 2010 ini,,,,, kita boleh aja bertepuk sebelah tangan atau patah hati, tapi besok, harus jatuh cinta lagi dong. Memang, obat patah hati itu kalo nggak cowok lain, ya WAKTU.

Sabar ajah sayang, di waktu yang tepat, akan datang cinta sejatimu!

salam manis,
Tante Angga.

6 comments:

Juminten said...

hahaha.. memang kebanyakan novel metropop ceritanya kayak gitu, mbak. menceritakan cewe2 kota yg pemikirannya jg kota. :P

aku kebetulan punya banyak sekali novel jenis ini. bahkan koleksi. hehehe... setauku sasaran pembacanya jg wanita-wanita dewasa kok, bukan utk remaja. :) jd bisa memfilter isi cerita.

tante angga said...

hehehe....
tapi kita juga cewek2 kota tapi gak gitu kan?

eh mbak jumiw gak nyoba ngereview buku?

Ismail Habib said...

emang cuma cewek ya yang kayak gitu? :P

Anonymous said...

Hello. And Bye.

ade said...

ahhhhhhhhhh ga kok mbak ade dah baca bukunya ampe dua kali tetep seru n menarik keren bgt deh,.,.

fanya said...

alah gw tao tante lu gak suka pre endingnyah kan ... bout virginity ituloh tapi lumayan bikin gak pengen brenti bacanya pengen cepet2 tao endingnya