BLOGNYANGGA -Blognya Tante Angga-

NgeBloglah sebelum Ngeblog dilarang...

Saturday, November 28, 2009

Alkisah, setelah melalui perenungan yang lama dan pergulatan batin yang dahsyaaaat (ampun deh bahasanya ^^,) saya, di akhir penghujung tahun 2009 ini memutuskan, (selain jadi bidan) akan menjadi seorang reviewer sejati. (Untuk sementara, selamat tinggal dunia persulaman).

Langkah pertama saya di jalan kepenulisan ini sudah dimulai dengan berkunjung ke kosan Evi Widi!



Kenapa ke rumah mbak Evi? karena beliau adalah seorang reviewer kondang (uhuk!) dan saya ingin membangkitkan gairah aka passion saya untuk menulis.

Dan benar saja, hati dan hasrat menulis saya bergetar kuat ketika melihat tumpukan koleksi buku milik mbak Evi. Padahal ya, awal mulanya kami terjun ke dunia perensian ini barengan, ketika mereview bukunya Arham Kendari, yang (berani sampai sumpah): gak-ganteng-itu!



Setelah mereview novel Arham, kami (di tempat dan waktu yangberbeda) mendapat surel dari mbak Ike, sebagai editor Arham. Mbak Ike, sebagai pihak Gramedia mengucapkan terima kasih karena kami telah merensi buku terbitan GPU dan menawarkan apakah kami bersedia menjadi seorang reviewer! Oh tentu saja lahh...



Dan saya diperkenalkan dengan Mbak Moko, GPU Bandung. Beliau ini juga berjasa dalam jalan ini, hehhehe. Meski saya juga banyak dosa sama Mbak Moko, karena utang reviewnya masih ada, hehehe. Peace mbak moko, saya udah tobat kok :)




Gayung pun bersambut. Saya sendiri sudah mengalami masa-masa banjir buku. Juga (baru) pernah 2 kali menang resensi buku. Jangan dibandingin sama Mbak Evi laaahhh... Mbak Evi fokus, saya tidak. Mbak Evi rajin saya super kuadrat malas.

Menulis adalah terapi jiwa.
Membaca karya milik orang lain adalah pembelajaran jiwa.

Dan, bismillah. Saya mulaikan diri untuk fokus dan istiqomah di jalan ini. Insyaallah, saya mulai memanaskan mesin saya dengan meresensi novel-novel saya, yang walopun sudah lama terbit, tapi belum saya resensi, dan novel-novel itu saya rekomendasikan kepada Anda.

Minta doa ya, biar konsisten di jalan kepenulisan ini, dimana ujung jari mengetuk keyboard ini, adalah sarana dakwah.

Love,
tanteangga.

No comments: