BLOGNYANGGA -Blognya Tante Angga-

NgeBloglah sebelum Ngeblog dilarang...

Friday, July 24, 2009

Indonesia United



Hello blog world!

Udah lama banget gw gak ngeposting (yang) bermutu. Ini karena fesbuk. HAHAHA. Fesbuk kok disalahin sih, Angga? Iya, karena semenjak hadirnya fesbuk, gw jadi lalai nge-blog.

Dan sakit pun mendatangkan berkah. Serangan influenza, bersin-batuk dan berbadai-badai ingus (Lebay mode on*) telahy menyebabkan sistem imun gw kalah dan akhirnya menyerah untuk tidak masuk kerja (sebenernya sih 'horeee' banget). Dan karena gw males banget di rumah, cuma tiduran ajah, gw pun nonton tivi dan baca koran. Akhirnya, yang tadinya, gw bersikap acuh tak acuh dengan kejadian bom JW Marriott-Ritz Carlton, sekarang rasanya gw menjadi GERAAAAAAM sekali dan penuh nafsu.

Tak cuma Budi yang tidak jadi bermain bola, teror bom ini menyebabkan KERUGIAN yang sangaaat-sangaaat besar bagi Indonesia, dan umat islam pada khususnya. Lalu, apakah kita sebagai kaum muslimin, hanya akan DIAM saja melighat ini semua? Kita harus memulihkan nama Islam yang telah tercoreng. MAU??


EDITORIAL Media (18/7) menyebutkan bahwa:
Suka atau tidak suka, Indonesia adalah kandang teroris. Negeri yang luas, pengamanan yang lembek, dan rakyat yang miskin dengan mentalitas kompromitis adalah syarat bagi suburnya aktivis terorisme. Dalam 9 tahun terakhir TERCATAT 26 KALI LEDAKAN BOM yang tersebar di tanah air.

Adapun kronologis teror Bom 17 Juli 2009 adalah sbb:

07.47
ledakan pertama di Restoran syailendra Hotel JW Marriot
07.57
ledakan kedua di restoran Erlangga, Hotel Ritz Carlton
09.50
Petugas Puslabfor Mabes Polri tiba di lokasi ledakan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan
10.30
tercatat 9 orang tewas, 55 korban luka-luka
12.56
polisi menemukan bom aktif & black powder di lantai 18 kamar 1808 Hotel JW Marriott. Bom berhasil dijinakkan.


Yang gw pertanyakan adalah, dan (masih) bingung: Kenapa butuh waktu 2 jam bagi Puslabfor Mabes Polri untuk datang ke lokasi kejadian? dan 5 jam untuk menemukan bom yang 'masih' AKTIF di kamar 1808? Kalo bom-nya meledak duluan gimana?

Cerita tentang tragedi ini pun bergulir. Please, gw gak usah ceritain yah, bakalan panjang soalnya. Bergulir dan bergulir menyisakan misteri. Kemanakah Nur Said dan Ibrohim?

Tes DNA menyatakan 2 jenazah yangt belum teridentifikasi itu bukanlah (tidak identik) dengan Nur Said dan Ibrohim.

Ibrohim, Florist yang bekerja di hotel JW MArriott sejak tahun 2005 kini menjadi salah satu orang yang masuk kedalam Daftar Orang yang paling dicari oleh Polisi. Apakah Ibrohim memang termasuk kelompok Jawa-nya Al Qaeda?

Ketika penyidik mendatangi rumah orang tua Ibrohim di kawasan Cililitan, rumah itu sudah tidak berpenghuni sejak lima tahun yang lalu. Dan di rumah itu, ada stiker yang ditempel, bertuliskan:

"Be A Good Moslem or Die ad Syuhada"

juga ada stiker Partai keadilan Sosial.
Juga ada kaligrafi yang bertuliskan:

"Allohu ghayatuna, Al-qur'aanu qudwatuna, Aljihaadu sabiiluna, Almautu fi sabilillahi asma asmaalina"
yang artinya:
Allah tujuan kami, Al-Quran bacaan kami, Rasul (muhammad) teladan kami, jihad jalan kami, mati di jalan Tuhan cita-cita kami)

NAHHHHHH yang gw sebellllin adalah kenapa juga stiker, Al Quran, kaligrafi -semacam itu- mesti disorot tajam? Memangnya salah kalo kita nempelin stiker yang agamis gitu? Islam tidak mengajarkan terorisme dan TERORISME BUKANLAH ISLAM.

Gw berharap, media hendaknya proporsional dalam menyajikan berita.

Abu Bakar Ba'asyir dalam koran Tempo (23/7) menyatakan bahwa bisa saja peledakan itu rekayasa oleh lawan-lawan Islam. Tujuannya adalah memfitnah umat Islam, agar pemerintah bertindak represif terhadap umat Islam. Misalnya agar para Mubaliq ditangkapi.

Peristiwa pengeboman ini juga menjadi inspirasi orang banyak dengan menyuarakan Indonesia Unite. Semoga, dengan peristiwa ini, kita menjadi SATU dalam melawan terorisme yang sebenar-benarnya!